Misteri atau Mistis?

 Antara Bayangan dan Logika

Rina baru menempati kamar kontrakan tua dekat kampusnya. Malam pertama terasa biasa saja, sampai ia mendengar suara kursi bergeser dari ruang tamu. Saat dicek, kursinya tetap berada di tempat semula. Ia mencoba mengabaikan, tapi suara itu kembali terdengar, kali ini seperti langkah kaki yang berat.

Keesokan harinya, Rina menceritakan pada tetangga sebelah. Mereka bilang, kontrakan itu memang sering “ramai” di malam hari. Namun, ada penjelasan masuk akal: bangunan tua sering memuai dan menyusut karena perubahan suhu, menimbulkan suara mirip langkah. Rina mengangguk, walau di hatinya masih diliputi rasa was-was.

Malam berikutnya, suara itu datang lagi, tapi kali ini disertai bau wangi bunga melati yang menyengat. Rina panik, menyalakan lampu, dan mendapati jendela kamarnya terbuka. Angin malam masuk deras, membawa bau bunga dari halaman depan yang memang ditanami melati. Ia menarik napas lega—masih bisa dijelaskan.

Namun saat hendak menutup jendela, ia jelas melihat pantulan samar di kaca: sosok wanita berambut panjang berdiri di belakangnya. Ketika ia menoleh, tidak ada siapa-siapa. Rina membeku. Logikanya mengatakan itu hanyalah ilusi cahaya, tapi dalam hati kecilnya, ia sadar… mungkin tidak semuanya bisa dijelaskan dengan mudah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

London 1888, Jack The Ripper

Hutan Aokigahra.

Brownies Oreo Kukus (Hanya 3 bahan)